PT MEGAH STEEL INDONESIA
Kami memiliki penawaran harga besi plat baru spesial untuk anda. Dijamin penawaran yang paling bersaing yang anda temukan di pasaran saat ini. Segeralah hubungi kami untuk membuktikannya
Kami memiliki penawaran harga besi plat baru spesial untuk anda. Dijamin penawaran yang paling bersaing yang anda temukan di pasaran saat ini. Segeralah hubungi kami untuk membuktikannya
Baja Plat adalah besi lembaran yang mempunyai dimensi tebal x panjang x lebar . Plat Hitam (base plat) mempunyai size 4 Feet x 8 ft.
Lazimnya size triplek bahan baja yang
satu ini sering dimanfaatkan untuk menguatkan tekstur suatu baja atau sebagai
tempat meletakkan besi profile sedangkan pabrikator mempergunakannya untuk
materi untuk membuat tangki, stamping dan manfaat lainnya.
Pengkategorian besi ini cukup
bervariasi mulai dari JIS G3131 SPHC , JIS G3101 SS400 serta ASTM A36. Seluruh
Pengelompokkan tersebut ialah yang paling diburu di pasaran besi. Salah satu
produk plat Jepang yang laris di tempat kami adalah Abrex 500 dan 400
(Sumihard), di sini harganya juga kami jamin lebih ekonomis
BESI Baja
Baja adalah logam paduan, logam besi
sebagai unsur dasar dengan beberapa elemen lainnya, termasuk karbon. Kandungan
unsur karbon dalam baja berkisar antara 0.2% hingga 2.1% berat sesuai
grade-nya. Elemen berikut ini selalu ada dalam baja: karbon,mangan, fosfor,
sulfur, silikon, dan sebagian kecil oksigen, nitrogen dan aluminium. Selain
itu, ada elemen lain yang ditambahkan untuk membedakan karakteristik antara
beberapa jenis baja diantaranya: mangan, nikel, krom, molybdenum, boron,
titanium, vanadium danniobium.[1] Dengan memvariasikan kandungan karbon dan
unsur paduan lainnya, berbagai jenis kualitas baja bisa didapatkan. Fungsi
karbon dalam baja adalah sebagai unsur pengeras dengan mencegah dislokasi
bergeser pada kisi kristal (crystal lattice) atom besi. Baja karbon ini dikenal
sebagai baja hitam karena berwarna hitam, banyak digunakan untuk peralatan
pertanian misalnya sabit dan cangkul.
Penambahan kandungan karbon pada baja
dapat meningkatkan kekerasan (hardness) dan kekuatan tariknya (tensile
strength), namun di sisi lain membuatnya menjadi getas (brittle) serta
menurunkan keuletannya (ductility).
Meskipun baja sebelumnya telah
diproduksi oleh pandai besi selama ribuan tahun, penggunaannya menjadi semakin
bertambah ketika metode produksi yang lebih efisien ditemukan pada abad ke-17.
Dengan penemuan proses Bessemer di pertengahan abad ke-19, baja menjadi
material produksi massal yang membuat harga produksinya menjadi lebih murah.
Saat ini, baja merupakan salah satu material paling umum di dunia, dengan
produksi lebih dari 1,3 miliar ton tiap tahunnya. Baja merupakan komponen utama
pada bangunan, infrastruktur, kapal, mobil, mesin, perkakas, dan senjata. Baja
modern secara umum diklasifikasikan berdasarkan kualitasnya oleh beberapa
lembaga-lembaga standar.
Karakteristik material
Besi dapat ditemukan pada bagian kerak
bumi hanya dalam bentuk bijih, biasanya dalam bentuk besi oksida
sepertimagnetit dan hematit. besi diekstraksi dari bijih besi dengan
menghilangkan atom oksigen dan kemudian menggabungkannya kembali dengan atom
lain seperti karbon. Proses ini disebut smelting. [2] Ada sejumlah kecil besi
yang sudah melalui proses ini pada masa lampau dengan cara memanaskan bijih
yang ditanam pada bara api dan kemudian menggabungkan kedua logam dengan
menempanya palu. Kandungan karbon yang terkandung juga dapat dikontrol.
Temperatur tinggi pada proses smelting
dapat dicapai dengan metode kuno yang sudah dipakai sejak zaman Tembaga. Karena
tingkat oksidasi besi meningkat sangat cepat diatas suhu 800 °C (1,470 °F),
maka harus diperhatikan bahwa proses smelting harus dilaksanakan pada
lingkungan dengan tingkat oksigen rendah. Proses peleburan akan menghasilkan
paduan yang dinamakan baja. [2]Kelebihan karbon dan pengotor lainnya dapat
dihilangkan dengan beberapa proses bertahap.
Beberapa material juga ditambahkan ke
campuran besi/karbon untuk mendapatkan baja dengan karakteristik yang
diinginkan. Nikel dan mangan ditambahkan untuk menambah kekuatan,
kromditambahkan untuk meningkatkan kekerasan dan titik didih, serta penambahan
vanadium juga menambah kekerasan serta mengurangi dampak kelelahan logam.[3]
Untuk mencegah korosi, ditambahkan
kromium paling sedikit 11% wt sehingga membentuk oksida yang keras pada
permukaan baja; baja ini dikenal dengan stainless steel (baja anti noda).
Tungsten ditambahkan pada pembentukan cementit, sehingga pada kecepatan quench
yang lebih rendah akan membentuk martensit. Di sisi lain, sulfur, nitrogen, dan
fosfor membuat baja menjadi getas, sehingga elemen ini harus dipisahkan ketika
pemrosesan.[3]
Densitas baja bervariasi tergantung
dari unsur pembentuknya, namun umumnya berada diantara 7,750 and 8,050 kg/m3
(484 and 503 lb/cu ft), atau 7.75 and 8.05 g/cm3 (4.48 and 4.65 oz/cu in).[4]
Meski dalam rentang konsentrasi
campuran yang rendah besi dan karbon membentuk baja, namun dapat terbentuk
berbagai macam struktur metalurgi yang berbeda dengan sifat yang sangat berbeda
pula. Memahami sifat-sifat ini sangat penting dalam produksi baja. Pada suhu
ruangan, bentuk besi yang paling stabil adalah struktur body-centered cubic
(BCC) yang disebut ferrit atau besi-α. Besi ini merupakan logam lunak yang
hanya dapat melarutkan karbon dalam konsentrasi kecil, tidak lebih dari 0.021
wt% pada 723 °C (1,333 °F), dan hanya 0.005% pada 0 °C (32 °F). Pada 910°C besi
murni berubah menjadi struktur face-centered cubic (FCC), yang disebut austenit
atau besi-γ. Struktur FCC austenit dapat melarutkan karbon lebih banyak, sampai
2.1%[5] (karbonnya 38 kali ferrit) pada 1,148 °C (2,098 °F), yang disebut besi
tuang (cast iron).[6]
Ketika baja dengan kandungan karbon
kurang dari 0,8% dipanaskan, maka fase austenitic (FCC) campuran mencoba
berubah menjadi fase ferrit (BCC), menghasilkan kelebihan karbon.
Perlakuan panas[sunting | sunting
sumber]
Ada berbagai perlakuan panas yang
biasa digunakan pada proses pengolahan baja. Perlakuan panas yang paling sering
digunakan adalah annealing, quenching, dan tempering. Annealing adalah
perlakuan panas terhadap baja yang dilakukan dengan memanaskan baja hingga
temperatur cukup tinggi untuk membuat baja lunak. Proses ini terjadi dalam tiga
tahapan, pemulihan, rekristalisasi, dan penumbuhan butir. Temperatur yang
dibutuhkan untuk annealing bergantung pada jenis annealing dan kandungan elemen
campuran dalam baja.
Quenching dan tempering awalnya
melibatkan pemanasan baja hingga fasanya berubah menjadi austenit lalu
dilakukan pendinginan menggunakan media pendingin oli atau air. Penurunan
temperatur yang tiba-tiba menghasilkan struktur martensit yang keras dan getas.
Baja lalu diproses melalui proses tempering yang merupakan salah satu jenis
dari annealing. Pada proses ini sebagian dari struktur martensit akan berubah
menjadi sementit, atau spheroidite untuk mengurangi tegangan internal dan cacat
dalam baja, sehingga baja lebih ulet dan lebih tahan terhadap keretakan.
Produksi baja
Besi setelah melalui proses peleburan
dari bijih, mengandung karbon berlebih. Untuk menjadikannya baja, perlu
dilelehkan dan diproses ulang untuk mengurangi kandungan karbonnya hingga
mencapai jumlah yang diinginkan, maka setelah itu elemen-elemen lain dapat
ditambahkan. Cairan ini lalu dituang secara kontinu membentuk lempeng besi
panjang atau dituang menjadi batangan baja. Sekitar 96% baja dituang secara
kontinu dan 4%nya diproduksi dalam wujud batangan
Industri baja
Sudah biasa terdengar sebutan
“industri besi dan baja” sebagai suatu kesatuan, tetapi dari perspektif sejarah
mereka adalah produk yang berbeda. Industri baja sering digunakan sebagai
indikator perkembangan ekonomi, dikarenakan peran baja untuk memenuhi kebutuhan
infrastruktur dan perkembangan ekonomisecara menyeluruh.[8]
Tahun 1980, lebih dari 500.000 pekerja
di industri baja. Pada tahun 2000, pekerja di industri baja menurun hingga
224.000.[9]
Perkembangan ekonomi di India dan
Cinayang pesat mengakibatkan peningkatan permintaan baja pada tahun belakangan
ini. Antara tahun 2000 hingga 2005, permintaan dunia terhadap baja meningkat
sekitar 6%. Sejak tahun 2000, beberapa perusahaan baja Cina dan India [10]
telah menjadi perusahaan besar di industri ini, seperti Tata Steel, Shanghai
Baosteel Corporation danGrup Shagang. Produsen baja terbesar di dunia adalah
ArcelorMittal.
Pada tahun 2005, British Geological
Survey menyatakan bahwa Cina adalah produsen baja terbesar di dunia, sekitar
sepertiga produksi baja dunia berasal dari Cina, disusul oleh Jepang, Russia
dan Amerika Serikat.[11]
Tahun 2008, baja menjadi komoditas
perdagangan di London Metal Exchange. Pada akhir 2008, industri baja sempat
terjatuh sehingga banyak menyebabkan pemutusan hubungan kerja.[12]
Sejarah[sunting | sunting sumber]
Sebelum diperkenalkannya metode
produksi Bessmer dan berbagai teknik produksi modern lainnya, baja termasuk
material yang mahal dan hanya digunakan ketika tidak ada material alternatif
yang lebih murah, khususnya untuk bagian tajam dari pisau, alat pencukur, dan
pedang, dan berbagai alat perkakas yang membutuhkan bagian yang keras dan
tajam. Baja pada saat itu juga digunakan untuk pegas, termasuk pegas yang
digunakan pada jam.
Dengan berkembangnya metode produksi
yang lebih cepat dan ekonomis, baja menjadi lebih mudah didapat dan menjadi
jauh lebih murah. Baja telah menggantikan penggunaan bongkah besi dalam
berbagai hal. Pada abad 20 dengan ditemukannya plastik, penggunaan baja untuk
beberapa aplikasi dapat tergantikan, dikarenakan plastik lebih murah dan lebih
ringan. Fiber karbon juga menggantikan baja untuk berbagai aplikasi yang lebih
memprioritaskan berat yang ringan daripada harga ekonomis, seperti pada pesawat
terbang, peralatan olah raga dan kendaraan mewah
HUBUNGI PT. MEGAH STEEL INDONESIA
Office :Kawasan Industri dan Pergudangan Marunda Center Blok B 8
Kav 18 – 19, Bekasi, Jawa Barat 17211 Indonesia ( Warehouse/ Workshop)
Phone :021-4085-0340
Faks :021-8539 5943
Email :megahsteel1@gmail.com.
